PPDM NEWS

Maruyungsari

PPDM

NEWS TERKINI

Informasi Menarik

INFO PPDM

Thursday, 13 June 2019

Perantau, kenangan dan hal-hal yang dibawa pulang



Picture Source : Merdeka.com


Lebaran sebagai momen penting untuk bertemu dan berkumpul dengan keluarga sudah berakhir, para perantau yang beberapa waktu sebelumnya berbondong-bondong pulang kampung sekarang sudah mulai kembali ke kota menuju tempat mencari nafkahnya masing-masing. Kampung dan desa-desa mulai ditinggalkan, kehidupan mulai berjalan sebagaimana biasa, ibu dan bapak kembali menyapa sawah, mesin-mesin jahit mulai dioperasikan, anak-anak sekolah sibuk mempersiapkan semester baru, jumlah warga yang memilih kehidupannya didesa kembali pada hitungan seperti sediakala, kecuali ditambah kelahiran dan dikurangi kematian.

Sebagai perantau hal terberat yang harus dijalani dari tradisi mudik lebaran adalah bukan bagaimana berjam-jam diperjalanan atau biaya mudik lebaran dan segala aktivitasnya yang lumayan membuat kantong meringis tetapi bagaimana kembali meninggalkan kampung halaman dan kembali tidak menatap wajah kedua orang tua berhari-hari begitu membuat haru, lebih berat dari segala berat yang dikalimatkan apapun.

Hampir setiap tahun saya mempunyai kesempatan mudik dua kali atau tiga jika angka-angka dikalender bersahabat, ketika saya memperoleh kalender baru diawal tahun dari kantor maka hal pertama yang akan saya lihat adalah disposisi angka berwarna merah yang berdempet dengan hari-hari yang menunjukan akhir pekan. Maka kesempatan mudik atau bisa juga disebut berlibur adalah kesempatan yang langka dan patut disyukuri.

Ketika mudik ada baiknya menyempatkan berkunjung ketempat-tempat dikampung, mengunjungi pasar atau sekedar singgah dirumah teman. Maka tidak apa-apa jika mendadak banyak ingatan muncul dikepala. Wah, dulu aku sering makan disana, wah dulu sering melewati jalan ini, wah dan wah wah lainnya beradu menjadi kenangan yang mungkin tak akan hilang. Kampung halaman, seberapapun sering ditinggalkan, kenangan selalu tahu tempatnya pulang.

Saat orang ramai mudik, masyarakat bisa dengan mudah menilai kondisi kehidupan seseorang dengan hanya melihat apa yang dibawanya pulang. Ketika seseorang mudik menggunakan kendaraan mobil maka pemudik akan dianggap sukses dan berbahagia, tidak begitu dengan pemudik yang datang hanya mengenakan motor yang dianggap sudah biasa, Jika seseorang mudik dengan membawa pacarnya maka dengan mudah pemudik dinilai sudah menemukan jodohnya dan berbeda ketika pemudik hanya datang sendiri maka dengan jurus “pukulan kunyuk melempar buah” seperti dalam Wiro Sableng, keluarga dan warga sekitar menyerang dengan pertanyaan “kamu kapan ?”, saya tidak bisa membayangkan apa yang digunjingkan orang tentang bagaimana nasib pemudik yang pulang tidak menggunakan kendaraan pribadi apapun dan tidak membawa seorang pacar.

Padahal lebih dari menyoal hal-hal yang dibawa seorang perantau pulang, dipunggungnya tertumpuk rindu yang tertahan ingin dibawa pulang. Perantau, Ia pulang membawa rindu untuk disampaikan.

Wednesday, 8 February 2017

PPDM Agendakan Pertemuan Menjadi Satu Tahun 2 Kali


ppdmmaruyungsari.or.id





Minggu, 5 Februari 2017 anggota Paguyuban Perantau Desa Maruyungsari (PPDM) kembali melaksanakan pertemuan, tidak ada agenda khusus dalam pertemuan kali ini hanya untuk merekatkan silaturahmi dan memunculkan semangat PPDM kembali, antusias anggota yang hadir dalam acara 3 bulanan itupun tidak kalah ramai dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Pukul sepuluh pagi sudah banyak tikar-tikar digelar di lingkungan taman monas tempat dilaksanakannya PPDM. bukan hanya Paguyuban Perantau Desa Maruyungsari saja rupanya yang mengadakan agenda pertemuan, terlihat beberapa paguyuban lain yang juga sudah duduk bersama anggotanya, bisa ditemukan paguyuban yang berasal dari Cilacap, Kebumen, dan Comal. Tak jauh berbeda dengan pertemuan PPDM kali ini, tujuan dari pertemuan paguyuban lain pun adalah menjalin silaturahmi antar anggota yang berasal dari daerah yang sama.

Acara dibuka sekitar pukul 14.00 WIB oleh Iman Musthofa selaku moderator. kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua PPDM dan dewan penasehat PPDM. Dari acara pertemuan kali ini dapat disepakati bahwa PPDM kedepannya akan diadakan enam bulan sekali atau setahun dua kali, berkenaan dengan perubahan agenda pertemuan yang menjadi dua kali setahun ini diharapkan memunculkan perubahan-perubahan kearah yang lebih baik. Karena mayoritas anggota PPDM adalah seorang pekerja, maka dengan adanya perubahan jadwal pertemuan PPDM menjadi enam bulan sekali dinilai akan lebih efektif. Dengan waktu temu yang relatif lebih lama dari sebelumnya para anggota PPDM diharapkan dapat menciptakan ide-ide mengenai program untuk memajukan PPDM kedepan. Selain itu perubahan agenda menjadi dua tahun sekali diharapkan juga dapat memunculkan perasaan kangen antar anggota PPDM sehingga ketika perkumpulan PPDM dilaksanakan kembali para anggota akan lebih antusias untuk datang dan bersilaturahmi kembali melepas kangen.

Setelah mencapai konklusi, acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama seluruh anggota PPDM. Sementara kegiatan PPDM selanjutnya terjadwalkan pada tanggal 14 Mei 2017, diharapkan anggota yang hadir akan semakin bertambah sehingga antusiasme terhadap kegiatan-kegiatan PPDM akan senantiasa terasa.


Thursday, 4 August 2016

Karang Taruna Parikesit Maruyungsari Masuk 5 Besar Se Jawa Barat

Karang Taruna Parikesit Maruyungsari Masuk 5 Besar Se Jawa Barat - Karang Taruna Parikesit Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, masuk nominasi lima besar dalam penilaian Lomba Karang Taruna tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Kegiatan Karang Taruna pada umumnya sama, tapi berbeda halnya dengan karang taruna ini. Ada nilai lebih dari semua kegiatannya, yaitu keahlian fisik (Hard Skill) dan keahlian jiwa dan karakter (Soft Skill),” kata Ketua Tim Penilai Karang Taruna Provinsi Jawa Barat, Muhammad Satria, S.Sos.,M.Si, ketika ditemui Koran HR, Senin (25/07/2016).

Satria mengatakan, Karang Taruna pada umumnya sama. Sebagai dasar kriteria penilaian sesuai standar organisasi, yaitu meliputi Kapasitas SDM, Administrasi Kelembagaan (Kepengurusan, Kesekretariatan, Perekonomian, dll) dan Program Kerja seperti Pelayanan Sosial atau kegiatan kemasyarakatan.
Karang Taruna Parikesit Maruyungsari

“Kita tertarik dengan apa yang dipresentasikan oleh Karang Taruna Parikesit, karena berbeda dengan yang lain. Lebih pada pengembangan keahlian fisik dan pengembangan keahlian jiwa dan karakter. Karang Taruna yang mandiri tidak bergantung pada proposal, tapi mengutamakan kreatifitas dan produktifitasnya sebagai generasi muda,” katanya.

Menurut Satria, kegiatan penilaian Karang Taruna rutin dilakukan setiap tahun. Penilaian dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan dari Provinsi, langsung dari Gubernur. Pada tahap seleksi awal, dari seluruh karang taruna kab/ kota seprovinsi Jawa Barat, terpilih 5 besar.

Diantaranya Bandung, Pangandaran, Kuningan, Cirebon, dan Karawang. Kelima Karang Taruna itu akan dipilih sebagai wakil provinsi Jawa Barat untuk mengikuti penilaian tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kemensos RI.

“Kita langsung penilaian ke lapangan, seperti apa dan bagaimana kenyataannya,” kata Satria yang juga menjabat Wakil Bidang Organisasi di Kepengurusan Karang Taruna Provinsi Jawa Barat.

Lebih lanjut Satria menambahkan, secara umum semua persyaratan untuk Karang Taruna Parikesit sudah bagus dan lengkap. Tinggal pengolahan manajemennya, nanti setelah dinilai masuk dalam kelas yang mana. Apakah masuk dalam kelompok Karang Taruna Kelas berkembang, kelas maju, atau sebagai kelas percontohan.

“Nanti kita lihat hasilnya setelah dinilai oleh tim. Tim penilai ini sudah memiliki kompetensi masing-masing di bidangnya, seperti penilaian Kapasitas SDM, Administrasi kelembagaan, serta program kerja pelayanan sosial kemasyarakatan. Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi Karang Taruna lainnya,” katanya.

Camat Padaherang, Saprudin HN, mengaku sangat berterima kasih atas kedatangan tim penilai dari provinsi. Dia juga mengapresiasi Karang Taruna Parikesit karena menjadi sumber energi dalam mengisi kemajuan dan perkembangan bangsa dan negara.

“Pemuda yang tidak mencari kerja tapi pemuda yang bisa menciptakan lapangan kerja. Prihatin kalau mentalitas pemuda yang mengandalkan orang tua terus tidak bisa mandiri. Penguatan ekonomi dengan pengembangan potensi pemberdayaan pemuda sangatlah penting. Maka saya ucapkan salut kepada Karang Taruna Parikesit yang banyak kreasi dan inovasinya sehingga masuk nominasi 5 besar tingkat propinsi, mudah-mudahan juara,” katanya.

Ketua Karang Taruna Parikesit, Junaedi, mengatakan, pihaknya mengusung tema Menspirit Karang Taruna Parikesit yang bercipta, karya dalam kemampuan dan keahlian fisik, kemampuan serta keahlian jiwa.

“Konsep itu dalam memberdayakan potensi sumber kesejahteraan sosial dan mengurangi penyandang masalah kesejahteraan sosial sebagai aplikasi moral di lapangan, membina komunikasi dan hubungan yang baik dengan stake holder,” katanya.

Tidak muluk-muluk, kata Junaedi, tujuan dirinya menjadi Ketua Karang Taruna Parikesit adalah mensejahterakan warga karangtaruna, baik dari kemampuan dasar yang dimiliki, seperti Peternak Ayam Pulet harus mampu membuat kandang, memilih benih, Ransum pakan, menjaga pola makan ayam, memahami kesehatan ayam, dan memahami teknik penjualan.

“Juga harus mempunyai kemampuan emosional atau keahlian jiwa, seperti rajin, pantang menyerah, kerjasama anggota, jujur, amanah, dan berjiwa sosial. Insyaalloh akan berhasil,” kata Junaedi. (Mad/Koran-HR)

Link Sumber: http://www.harapanrakyat.com/2016/07/karta-parikesit-pangandaran-masuk-nominasi-lima-besar-jabar/

Saturday, 25 June 2016

Kelembak Kemenyan Khas Desa Maruyungsari

Kelembak Kemenyan Khas Desa Maruyungsari - Tanaman tembakau merupakan tanaman semusim, tetapi di dunia pertanian termasuk dalam golongan tanaman perkebunan dan tidak termasuk golongan tanaman pangan. Tanaman tembakau termasuk dalam famili solanaceae dengan genus yang banyak dibudidayakan nicotiana. species komersial Nicotiana tabaccum dan Nicotiana rustica. Dari kedua species tersebut yang banyak dibudidayakan pada umumnya adalah Nicotiana tobacum karena memiliki arti ekonomi penting.

Tanaman tembakau (Nicotiana tabaccum) daunnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan rokok. Usaha Perkebunan tembakau merupakan usaha padat karya karena penyerapan tenaga kerja dibidang usaha tani tembakau akan lebih banyak jika dibandingkan dengan pertanian padi, pertanian tembakau memerlukan tenaga kerja hampir tiga kali lipat

Komoditi tembakau di Jawa Barat termasuk salah satu komoditas strategis, ditetapkan berdasarkan ketentuan :
  • Merupakan komoditas andalan perkebunan daerah secara teknis budidaya sudah memasyarakat
  • Sangat dikenal dan dikuasai oleh sebagian besar pelaku usaha perkebunan didaerah
  • Wilayah penyebarannya secara kuantitaif dan kualitatif merata didaerah
  • Merupakan komoditas historis berkelanjutan
  • Secara ekonomi dapat diandalkan dalam menunjang kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Kelembak Kemenyan Khas Desa Maruyungsari

Khususnya tembakau di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang memiliki cita rasa tersendiri yang biasa masyarakat sana disebut dengan “Tembakau Kelembek Kemenyan”, hal ini disebabkan pembahan kemenyan putih dalam setiap lintingan tembakau, menurut salah satu masyarakat Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang ketika di rokok dibakar akan menimbulkan aroma yang khas dan rasa yang nikmat.

Hasil tembakau Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang di konsumsi langsung oleh masyarakatnya sendiri dan tembakau kelembek kemenyan ini juga sangat diminati oleh para pengusaha rokok di Kabupaten Cilacap - Jawa Tengah, dengan ciri khas yang beda dari yang lain selain itu juga lokasi Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang dekat dengan perbatasan Kabupaten Cilacap. Harga tembakau kering Desa Maruyungsari  ±Rp. 160.000,-/kg.  Harga tembakau yang cukup tinggi di bandingkan dengan daerah penghasil tembakau di Jawa Barat pada umumnya yang mencapai Rp. 30.000-, s/d Rp. 40.000,-. Dari hasil tembakau di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya.


Dicopas dari http://disbun.jabarprov.go.id/bptp/id/post-detail/51/Tembakau-Kelembak-Kemenyan-Khas-Desa-Maruyungsari-Kecamatan-Padaherang-Kabupaten-Pangandaran | Penulis : BPTP DISBUN JABAR | Oleh : Yuda Muhammad Zaelani, SP.

Thursday, 23 June 2016

GARMESA Sang Juara Bertahan PPDM CUP

GARMESA Sang Juara Bertahan PPDM CUP - Pada tahun 2015 yang lalu pertama kali nya PPDM CUP di adakan, cabangnya baru Sepakbola saja, akan tetapi tahun 2016 cabang olahraga di PPDM CUP bertambah dengan adanya Bola Voli. Untuk cabang Sepakbola sendiri tahun 2016 adalah untuk yang kedua kali nya, dimana sang Juara Bertahan di piala Bergilir PPDM CUP adalah GARMESA.

GARMESA Sendiri adalah singkatan dari Gabungan Remaja Mekarsari yang dihuni oleh sekelompok pemain muda asal Kampung Mekarsari yang berhasil menjuarai Sepakbola PPDM CUP I 2015. Dikala itu Garmesa berhadapan di final bertemu dengan tim Al-Hilal dari Kampung Kedunghaur dan berhasil dimenangkan oleh Garmesa. Berikut Momen mengangkat TROPHY Juara oleh Garmesa Mekarsari.

GARMESA Sang Juara Bertahan PPDM CUP

GARMESA Sang Juara Bertahan PPDM CUP

Acara PPDM CUP 2016 Siap kembali di gelar silahkan lihat Jadwal Technical Meeting Dan Pelaksanaan PPDM CUP 2016, Akankan Mekarsari dapat mempertahankan gelar Juara Bertahan nya? Kita lihat saja nanti. 

Tim yang berlaga di PPDM CUP:
Maruyungsari, Julang, Mekarsari, Tarisi, Anggaraksan, Kedunghaur

Sunday, 19 June 2016

Jadwal Technical Meeting Dan Pelaksanaan PPDM CUP 2016

Jadwal Technical Meeting Dan Pelaksanaan PPDM CUP 2016 - Rencananya acara Technical Meeting ini akan menentukan lawan masing-masing peserta PPDM CUP, Baik itu dari Sepakbola maupun dari Bola voli yang nantinya setiap kampung akan di undi didalam Technical Meeting ini. Adapun peraturan-peraturan tambahan juga akan di tentukan pada malam tersebut. Berikut dibawah ini adalah Jadwal Technical Meeting Dan Pelaksanaan PPDM CUP 2016.

Jadwal Technical Meeting Dan Pelaksanaan PPDM CUP 2016
Piala Bergilir PPDM CUP Cabang Sepakbola
TECHNICAL MEETING
Technical Meeting : Sabtu 02 Juli 2016
Tempat TM            : Ketua PPDM
Waktu                    : Pukul 20.30 wib

JADWAL PELAKSANAAN SEPAKBOLA
Lokasi : Lapangan Tarisi
Tanggal : 07 - 10 Juli 2016
Waktu : 15.00 wib dan 16.15 wib
Keterangan : 1 Hari dilaksanakan 2 kali pertandingan

JADWAL PELAKSANAAN BOLA VOLI
Lokasi : Lapangan Kujang Mas Julang
Tanggal : 07 - 08 Juli 2016
Waktu          : 20.00 - 23.59 wib
Keterangan  : 1 Hari babak penyisihan, 1 hari babak semifinal dan final

Untuk kelancaran acara silaturahim kita bersama, diharapkan kerjasamanya dari reka-rekan sesama anggota PPDM maupun masyarakat Desa Maruyungsari.

PPDM CUP

NASIONAL

PRIANGAN TIMUR

LAIN-LAIN

INFO PERBATASAN

© Copyright 2019 PPDM NEWS | All Right Reserved